Penyuluh Agama Islam KUA Dendang Ajak Generasi Z Perkuat Iman dan Akhlak melalui Empat Doa Rasulullah
Penyuluh Agama Islam KUA Dendang Ajak Generasi Z Perkuat Iman dan Akhlak melalui Empat Doa Rasulullah
DENDANG — Dalam kegiatan bimbingan kerohanian di SMP Negeri 1 Dendang, Ustadz Qoriza Saumiddin Lubis, S.Sos.I., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Dendang, menyampaikan materi keislaman bertema “Bukan Sekadar Pintar, Sibuk, dan Sukses: Memohon Perlindungan Allah dalam Menjalani Kehidupan.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat karakter dan akhlak generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Qoriza mengajak para siswa untuk memahami dan mengamalkan empat permohonan perlindungan yang diajarkan Rasulullah ﷺ, yaitu berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan doa yang tidak dikabulkan.
Doa tersebut berbunyi:
Allahumma inni a‘udzu bika min ‘ilmin la yanfa‘, wa min qalbin la yakhsya‘, wa min nafsin la tasyba‘, wa min da‘watin la yustajabu laha.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim, no. 2722).
Ustadz Qoriza menjelaskan bahwa generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga perlu membangun keimanan, memperbaiki akhlak, serta mengembangkan kemampuan mengendalikan diri. Di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial, para pelajar diharapkan mampu memilah informasi, memanfaatkan ilmu untuk kebaikan, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan hati melalui salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan membiasakan diri mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Para siswa juga diajak untuk tidak mudah terjebak dalam budaya membandingkan diri dengan orang lain, khususnya melalui media sosial, yang dapat memunculkan rasa iri, ketidakpuasan, dan kurangnya rasa syukur.
“Jangan sampai ilmu bertambah, tetapi akhlak tidak membaik. Jangan sampai aktivitas semakin padat, tetapi hati semakin jauh dari Allah. Jangan sampai keinginan semakin banyak, tetapi rasa syukur semakin sedikit,” menjadi pesan penting yang disampaikan dalam bimbingan kerohanian tersebut.
Pada materi tentang doa, Ustadz Qoriza menekankan bahwa seorang Muslim perlu menyertai doa dengan ikhtiar, kesabaran, dan tawakal. Para pelajar diajak untuk tetap optimistis ketika menghadapi kesulitan, bersungguh-sungguh dalam belajar, menghormati orang tua dan guru, serta terus berusaha memperbaiki diri tanpa mudah berputus asa.
Melalui kegiatan bimbingan kerohanian ini, diharapkan para siswa SMP Negeri 1 Dendang dapat tumbuh menjadi generasi muda yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, memiliki rasa syukur, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan berpegang teguh pada nilai-nilai agama.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Dendang dalam memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar, guna membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan karakter.